Mendisain Ruang Terbuka Hijau

Cetak

Dalam pengembangan kota hijau/green city salah satu atribut yang menjadi fokus penanganan adalah ruang terbuka hijau. Selain mempertahankan ruang terbuka hijau hal yang juga perlu diperhatikan adalah menambah jumlah dan luas ruang terbuka hijau. Beberapa di antara cara untuk menambah ruang terbuka hijau adalah dengan pengoptimalan taman kota dan penanaman pohon sebagai green belt.

Green City

Sumber

 Taman kota

Sumber

Lokasi penanaman dan desain taman juga merupakan hal mendasar sebelum dilakukan pembuatan taman kota ataupun city green belt. Beberapa hal di bawah ini adalah panduan memilih lokasi yang mempengaruhi disain taman kota/ruang terbuka hijau:

Pembuatan taman untuk RTH sangat bermacam-macam, ada yang diperuntukkan bagi publik, ada juga yang diperuntukkan sebagai konservasi habitat atau organisme tertentu. Berdasarkan tujuan, tanaman yang digunakan untuk pembuatan green open space dapat berbeda, sebagai contoh, tanaman keras (pohon) yang tajuknya terlalu besar dan banyak daun yang berguguran kurang tepat jika ditanam sebagai green belt di pinggir jalan.

Pemilihan materi pengisi taman juga sebaiknya mempertimbangkan sarana umum lain. Jangan sampai bangunan sarana umum rusak oleh akar pohon yang besar dan merambat jauh dari tempatnya tumbuh. Salah satu contoh yang tidak tepat juga adalah penanaman pohon di trotoar karena akan mengganggu fungsi trotoar sebagai sarana umum.

tree in the side road/pedestrian

Sumber

Akses juga merupakan hal terpenting dalam merencanakan bentuk RTH atau taman. Akses dapat didesain berdasarkan tujuan yang ditetapkan. Taman kota yang diperuntukkan bagi publik pastinya membutuhkan akses yang mudah, sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Kepatuhan dan juga konsistensi dari pembuat dan juga pengunjung RTH sangat dibutuhkan untuk menjaga agar RTH tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, konsultasi dengan konsultan tanaman juga sangat penting untuk menjadikan RTH tepat guna dan efisien sebagai paru-paru kota.