Florikultura adalah pertanian yang bersifat sangat intensif. Salah satu aspek dari turnover yang sangat cepat pada kegiatan produksi dan nilai produk yang jauh lebih tinggi dari produk pertanian apapun, membuat kerugian produksi (production losses) adalah salah satu tantangan terbesar dalam praktek budidaya. Di antara beberapa faktor penyebab kerugian produksi seperti cuaca buruk, salah perhitungan dalam waktu tanam, perlakuan produksi yang tidak benar, keliru dalam memilih plant material dsb, ternyata faktor terbesar penyebab kerugian produksi adalah serangan hama dan penyakit.
Aspek waktu, mulai dari pemantauan sampai keputusan untuk melakukan tindakan pengendalian berlangsung cepat. Identifikasi hama dan penyakit harus tepat. Material untuk pest control harus tersedia dan aplikasinya harus sesegera mungkin. Dalam banyak kasus, toleransi terhadap hama panyakit semua produk florikultura cukup rendah. Satu dua spot bakteri atau jamur akan mempengaruhi penampilannya, dimana phyisical appearance harus prima dan bersih.
