Pendekatan Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan (Seri 2)

Cetak

Florikultura adalah pertanian yang bersifat sangat intensif. Salah satu aspek dari turnover yang sangat cepat pada kegiatan produksi dan nilai produk yang jauh lebih tinggi dari produk pertanian apapun,  membuat kerugian produksi (production  losses) adalah  salah  satu  tantangan  terbesar  dalam  praktek budidaya. Di antara beberapa faktor  penyebab kerugian produksi seperti cuaca buruk, salah perhitungan dalam waktu tanam, perlakuan produksi  yang tidak benar, keliru dalam memilih plant material dsb, ternyata faktor terbesar penyebab kerugian produksi adalah serangan hama dan penyakit.

Aspek waktu,  mulai dari pemantauan sampai keputusan untuk melakukan tindakan pengendalian berlangsung cepat. Identifikasi hama dan penyakit harus tepat. Material untuk pest control harus tersedia dan aplikasinya harus sesegera mungkin. Dalam banyak kasus, toleransi terhadap hama panyakit  semua  produk  florikultura  cukup  rendah.  Satu  dua  spot  bakteri  atau  jamur  akan mempengaruhi penampilannya, dimana phyisical appearance harus prima dan bersih.