Memahami Trend pada Florikultura

Cetak

Sudah  berpuluh  tahun,  banyak  yang  mengajukan  pertanyaan yang sama  tentang bagaimana floriukultura dipengaruhi oleh terjadinya trend atau kecenderungan tertentu. Sering dibandingkan apakah dunia flori juga mengalami fenomena yang sama yang dialami oleh bidang fashion atau seni rupa, untuk  menyebut  satu dua contoh.  Ini mungkin  keduanya berasosiasi dengan keindahan visual yang umumnya bergerak dinamis sesuai dengan jamannya.

Ternyata menurut saya jawabannya sedikit tricky, tergantung dengan siapa kita berbicara. Bila  kita  menanyakan  pada  ‘mass  handler’  (baik  produsen  maupun  eksporter  yang  ukuran skalanya sangat masif), maka tampaknya trend bergerak secara incremental atau bahkan bersifat sedikit  statis.  Ini  memang  seperti  nature dari  ukuran  bisnisnya.  Bisa  dianalogikan  seperi bagaimana kapal container ship dan fighting carriers bergerak. Dibutuhkan waktu dan usaha yang sangat besar untuk  berubah arah, menambah atau mengurangi kecepatan  maupun  manuver lainnnya. Tidak gesit untuk berubah karena ukurannya yang hypersize. Bayangkan bahwa di pasar layanan tempat makan, dengan spektrum dari yang paling mini macam warteg sampai franchise restoran Padang, dalam 5 tahun terakhir menunya ya itu-itu  saja dengan fine tuning sana-sini. Namun porsi terbesar mungkin tidak  berubah. Atau sejenak berangan-anganlah anda sedang mengelola 10 hektar greenhouse produksi florikultura dan anda baru bertemu seseorang yang menyarankan perubahan trend produk tahun depan. Hampir pasti anda akan berhitung 10 kali untuk  mengikuti  saran  tersebut,  karena  advis  tersebut  memerlukan  investasi  baru  dalam peralatan, plant  material,  re-training tenaga  kerja  dan  alokasi  sumber  daya  lainnya maupun potensi bahwa perubahan tersebut beresiko secara pemasaran.

Download File
Download this file (Memahami trend pada florikultura.pdf)Memahami trend pada florikultura.pdf[ ]109 Kb519 Downloads