Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) sebagai organisasi florikultura Indonesia bertanggung jawab atas terlaksana green city sebagai salah satu cara pelestarian bumi. Oleh karena itu ASBINDO bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Direktorat Penataan Ruang menyelenggarakan acara yang bertajuk “Urban Greening Forum” pada tanggal 6-7 Juni 2012 bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. Acara ini dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE.

Sumber: http://www.pu.go.id Sumber: http://www.antarafoto.com
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk forum yang nantinya akan dapat:
Kegiatan yang dihadiri oleh 300 peserta ini, dibagi menjadi beberapa sesi yaitu pelaksanaan green city di beberapa negara seperti Belanda dan Singapura, Sharing pengalaman dari beberapa kota pelaksana P2KH, CSR dari beberapa perusahaan, kegiatan pendukung green city dari berbagai komunitas dan juga kesiapan ASBINDO untuk menjadi mitra baik konsultasi dan juga penyedia produk yang dibutuhkan P2KH.


Pada kesempatan ini, Ketua Umum ASBINDO Glenn Pardede bersama dengan Direktur Perkotaan Ir. Joessair Lubis, CES mengggelar konferensi pers yang menegaskan pentingnya kota hijau sebagai upaya penyelamatan bumi. Kota hijau dimaknai sebagai pemeliharaan dan bukan hanya penanaman. Selain itu, ASBINDO menyediakan green services untuk mendukung pelaksanaan kota hijau. Wakil ASBINDO di The International Association of Horticultural Producers (AIPH), Karen Tambayong juga berkesempatan memberikan Green City Guideline kepada Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU, Ir. Imam Santoso Ernawi, MCM.MSc yang disaksikan oleh perwakilan kabupaten pelaksana P2KH dan Mr. Chuah Hock Seong (Singapura).


Acara yang berlangsung dua hari ini ditutup dengan penandatanganan surat keminatan (Letter of intention) dari peserta P2KH dan perwakilan perusahaan pelaksana CSR yang disaksikan oleh Ketua Umum ASBINDO dan Direktur Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya Green City Network yang berisi unsur pemerintah, swasta/dunia usaha, dan komunitas/masyarakat
.
