EMail Cetak

Kegiatan dan Pameran

Kegiatan 

Kegiatan:
Design dalam Teknologi Terraplanter
Kapan:
12.08.2020 - 12.08.2020
Dimana:
Jakarta, Indonesia - Jakarta
Kategori:
National

Description

Design Dalam Teknologi Terraplanter


Perjalanan yang terlihat dari benih menjadi tanaman

Terraplanter merupakan salah satu pilihan bagi pecinta bunga ataupun tanaman untuk menghiasi area indoor rumah maupun kantor. Bagi sebagian kaum urban, tinggal di perkotaan yang minim pepohonan, menanam tanaman di dalam rumah adalah kebutuhan. Guna menyegarkan suasana dan mempercantik ruangan. Cara menatanya pun terkonsep baik untuk pemandangan indah, hidup dan segar. Masing-masing punya cara sesuai daya kreatif dan keinginan untuk penataan dengan peralatan dan tanaman pilihan. Terinspirasi dari cara tetumbuhan hidup di alam, inovasi menanam tanaman di dalam ruangan dicanangkan. Cara inovatif yang berlainan dengan cara bercocok tanam tradisional ini adalah Terraplanter.




Terraplanter, pot inovatif dengan ukiran berbentuk seperti ladang yang siap ditanami, dimana benih-benih tanaman bisa tumbuh di setiap areanya. Melalui terraplanter kita dapat melihat secara langsung perjalanan dari perubahan suatu benih hingga menjadi tanaman hias. Terraplanter memiliki nilai estetika karena dapat menambah keasrian dan keindahan di tempat tinggal atau tempat kita bekerja, yang juga dapat dijadikan alternatif selain dari tanaman pot. Tujuan dari suatu tanaman terraplanter adalah untuk memberikan “rumah baru” kepada tanaman tersebut. Ide terraplanter ini sangatlah sederhana. Menggabungkan material alami, tanaman dan produk-produk ekologi dengan menciptakan produk ramah lingkungan dan solusi yang optimal untuk tanaman berkembang di dalam ruangan.

Tanaman hias terraplanter sebetulnya juga dapat ditanam di ruangan terbuka (outdoor). Namun tergantung dari jenis tanaman yang ditanam. Jika hendak ditanam di ruangan terbuka, maka yang harus dihindari adalah angin kencang dan terpapar sinar matahari yang lama.

Struktur dari material sangat solid namun berpori. Lubang atas dari terraplanter akan diisi air sebagai tempat penampungan. Air akan menyebar keluar melalui pori-pori secara perlahan sampai pada permukaan untuk memberi minum kepada tanaman untuk bertumbuh dan berkembang. Penguapan dan perspirasi air tergantung pada tingkat kelembaban dan suhu ruangan. Berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan adalah sekitar 5 sampai 15 hari. Berilah waktu kepada tanaman untuk minum, jangan konsumsi air terlalu sering.

Teknologi yang digunakan untuk tanaman terraplanter ini sangat sederhana, mudah perawatan dengan cara kerja menahan air secara hidroponik kemudian menyebarkan air ke luar wadah yang memungkinkan tanaman bertumbuh tanpa tercampur kotoran dan tanah. Menggabungkan ide hidroponik dan konsep material berpori adalah kuncinya. 

Material keramik 100% alami dan anorganik yang mana tidak terurai, sehingga dapat bertahan hingga bertahun-tahun.   Material keramik ini terbuat dari komposisi tipe tanah liat yang berbeda-beda dan mineral, berpori-pori serta memiliki zat higroskopis yang mempunyai kemampuan menyerap molekul air dengan baik, sehingga air dapat menyebar keluar sampai pada permukaan material agar tanaman dapat bertumbuh.

Ada 4 cara berbeda untuk menanam tanaman pada terraplanter :

1. Menanam spora pada permukaan terraplanter

2. Memasang tanaman berjuntai pada sekeliling permukaan terraplanter

3. Menggunakan tali karet untuk membentuk tanaman bertingkat pada akar tanaman

4. Menutupi permukaan terraplanter dengan benih tanaman yang disukai


Beberapa contoh pilihan tanaman yang dapat diaplikasikan pada terraplanter sebagai referensi yaitu; Tall fescu grass, Pteris cretica fern, Microsorum brachyleps fern adult, Bryophyte moss, Begonia hirsuta, Salvia hispanica chia, Dionaea muscipula venus flytrap, Adiantum maldenhair fern, Soleirolia soleirolii baby tears, Phalaenopsis moth orchids, Moss hoyas dischidia jungle moss, Alsobia dianthiflora lace flower vine, Humata tyermannii rabbit’s foot fern, Hoya lacunosa wax plant, Pteris ensiformis silver lace fern, Equitant oncidiums tolumnia orchid, dan masih banyak kombinasi tanaman lainnya.

Banyak jenis tanaman pot rumahan juga dapat diaplikasikan pada terraplanter. Tanaman yang tumbuh liar di hutan sekalipun atau tumbuh di dekat mata air sangat cocok ditanam pada terraplanter. Tanaman jenis rempah (herbs) yang dapat dikonsumsi juga cocok ditanam seperti biji gandum, sinapsis, flaxseed, biji selada air (watercress). Tanaman tersebut dapat bertunas dan tumbuh baik selama beberapa minggu. Benih tanaman bisa didapati di toko pertanian lokal sesuai dengan preferensi masing-masing individu.

Penggunaan air kran pada terraplanter harus dikondisikan pada kualitas air di setiap area tempat tinggal. Jika air mengandung banyak kalsium, disarankan air perlu difiltrasi terlebih dahulu. Selain itu, ada juga solusi mudah untuk mendapatkan air bersih yang cocok seperti penyimpanan air hujan atau menggunakan air suling (distilled). Air yang diberi cukup pupuk bernutrisi yang dilarutkan, dapat disemprotkan langsung pada akar tanaman di permukaan terraplanter.

Pada tahun 2018, produk terraplanter ini dikembangkan dan berhasil membuat prototype-nya. Dari pengetesan bahan material, bentuk, tekstur hingga menghasilkan produk yang sempurna. Saat ini produk terraplanter sudah diproduksi di Amerika Serikat. Namun design yang tersedia hanya ada 1 model ukuran spesifikasi. Design ini diciptakan oleh 2 produk designer dan 1 eco-entrepreneur dari Amerika Serikat. Pengembangan produk ini diharapkan setiap orang mampu melihat tumbuhan hidup dengan cara yang berbeda, yang memiliki design ekologis namun tetap menjaga estetikanya.


( Angelia Aryani - CV. Unggul Flora Agrotama)

Lokasi

Venue:
Jakarta, Indonesia
Kota:
Jakarta
Negara:
Negara: id