Bahasa IndonesiaEnglish

Asbindo Facebook Asbindo Instagram Asbindo Twitter

Melestarikan Kearifan Lokal: Menggabungkan Produk Lokal dengan Sentuhan Modern

PDFCetakE-mail

Salah satu cara yang dilakukan oleh para foral desainer untuk tetap mempertahankan khasanah budaya lokal untuk bisa tetap diakui secara internasional adalah dengan menggabungkan materi lokal (daun, bunga, dan materi florikultura lainnya) dengan tren modern. Dua floral desainer Indonesia yang juga anggota ASBINDO berhasil menggabungkan cara tersebut.

Kejelian dua floral designer tersebut memanfaatkan materi lokal juga dituangkan dalam buku-buku yang ditulisnya. Andy Djati Utomo, S.Sn, AIFD, CFD pada buku terakhirnya “A bridal Bouquet Collection (2) lebih menekankan pada kearifan lokal dan juga pemanfaatan benda yang mungkin dianggap tidak berharga oleh sebagian orang. Sementara Ineke Turangan,AIFD dalam bukunya ‘Introducing Tradition into Modern Style” menuliskan penggunaan janur dan filosofinya yang dikombinasikan dengan konsep modern sehingga menjadi karya unik yang mampu diterima oleh dunia internasional.

Salah satu karya Andy Djati, floral designer yang terkenal dengan ide-ide barunya menggunakan materi lokal yaitu daun andong (Cordyline spp) dan daun kering menjadi satu karya unik dan bernilai tinggi.

cordyline Andy Djati

Berikut adalah salah satu karya dari Ineke Turangan yang menggunakan janur dan dibentuk menyerupai candi dan dikombinasikan dengan heliconia, salah satu produk lokal Indonesia.

Ineke Turangan Janur

Dengan budaya dan produk florikultura Indonesia yang sangat banyak, maka bukan tak mungkin produk Indonesia mampu dikenal dan bersaing dalam kancah internasional salah satunya dengan desain dan ide unik seperti yang dilakukan oleh floral desainer kita.