Rumput Vetiver sebagai Tanaman Pencegah Erosi
Rumput vetiver atau yang dikenal di Indonesia sebagai akar wangi (Chrysopogon zizanioides syn. Vetiveria zizanioides) adalah sejenis rumput-rumputan berukuran besar dan memiliki banyak keistimewaan. Tanaman ini berasal dari India, termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan serai atau padi. Rumput vetiver atau akar wangi dapat tumbuh sepanjang tahun pada berbagai kondisi tanah, yaitu pada area perbukitan, dataran rendah, daerah rawa bahkan pada area bekas tambang.
Tanaman ini tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 700-1600 mdpl, dengan pH sekitar 6-7, suhu lingkungan berkisar antara 17-27oC dan pada daerah dengan curah hujan rendah maupun daerah dengan curah hujan tinggi.
Rumput vetiver atau akar wangi ini dikenal dengan beragam nama di Indonesia. Di daerah Sumatera Barat dikenal dengan sebutan urek usa; di Sumatera Utara disebut hapias ; di Aceh disebut useur; di daerah Jawa disebut narwasetu, usar dan larasetu; di Madura disebut karabistu; di Ternate disebut garamakusu batawi; di daerah Halmahera di sebut babuwamendi; di daerah Tidore disebut baramakusu buta; di Sulawesi Selatan disebut sere ambong; dan di Makasar disebut nausina fuik.
Rumput vetiver ini mempunyai banyak manfaat. Daunnya dapat dijadikan pakan ternak, akarnya dijadikan kerajinan tangan atau diolah menjadi minyak akar wangi (minyak atsiri) dan tanamannya dapat digunakan untuk merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur, mencegah terjadinya longsor dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tanaman yang merupakan tanaman tahunan ini dapat tumbuh dengan tegak sampai setinggi 1.5 – 2.5 m dengan sistem perakaran serabut yang dalam dan masif, yang mampu masuk sangat jauh menembus hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang sangat kuat.
Akar-akar vetiver dapat menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan bahan-bahan sedimen. Tanaman ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya.
Tanaman ini sangat efektif digunakan untuk menahan tanah, praktis untuk ditanam, mudah dipelihara, tidak mahal, serta dapat digunakan dalam kegiatan rehabilitasi lahan. Tanaman ini sangat cocok di tanam di daerah tebing dan lereng.
Rumput vetiver telah banyak dibudidayakan di Indonesia dan bahkan telah diolah menjadi minyak akar wangi untuk kebutuhan ekspor. Namun, tanaman ini belum terpublikasi secara luas mengenai manfaatnya sebagai pencegah erosi atau tanah longsor serta konservasi tanah dan air.
