IndonesianEnglish

Asbindo Facebook Asbindo Instagram Asbindo Twitter

EMail Cetak

Kegiatan dan Pameran

Kegiatan 

Kegiatan:
Potensi Pasar Indonesia dengan Digital Marketing
Kapan:
29.03.2021 - 29.03.2021
Dimana:
Jakarta, Indonesia - Jakarta
Kategori:
National

Description

Seiring dengan perkembangan teknologi, mendorong munculnya konsep baru yaitu Marketing 4.0 yang memberikan cara beradaptasi kepada perusahaan untuk melakukan pendekatan ke konsumen. Marketing 4.0 adalah pendekatan terbaru pemasaran yang mengacu pada pola perilaku konsumen di era digital yang dikenal dengan kerangka kerja 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate). Di era konektivitas seperti sekarang, konsumen cenderung lebih terhubung dengan rekan-rekan mereka, dan sering meminta pendapat ketika akan membeli sesuatu. PEMASARAN POTENSI PASAR INDONESIA DENGAN DIGITAL MARKETING Selain itu, konsumen juga sangat bergantung pada rating dan review online tentang suatu produk. Jadi, jumlah opini, ulasan, rekomendasi positif atau negatif yang ada di internet akan memperkuat atau melemahkan daya tarik suatu produk. Tidak melupakan adanya Pandemi yang sedang mewabah disetiap penjuru dunia, penggunaan marketing tradisional seperti surat kabar, brosur, dan majalah sudah terlihat kurang relevan untuk menyentuh pasar yang lebih luas. Dunia digital marketing telah merambah kedalam aspek bidang apapun termasuk dalam dunia tanaman.

Pada era modern seperti sekarang, menggunakan tanaman hias sebagai pelengkap dekorasi rumah telah menjadi tren yang menjamur. Tanaman yang memiliki nilai jual rendah dapat disulap menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dengan Digital Marketing. Konsep tersebut dapat sering kita temui pada sosial media instagram. Yakni dengan menggunakan sudut pandang pengambilan gambar yang bagus dan dengan disandingkan dengan pernak-pernik hiasan minimalis, bunga yang semula berharga rendah, dapat berubah menjadi tanaman yang berharga tinggi. Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan foto produk serta memberikan secara detail seberapa besar pasar yang tersentuh saat melihat foto pada Media Sosial. Meskipun demikian, daya saing produk florikultura Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan produk serupa dari negara lainnya seperti Belanda yang menyediakan 50% dari permintaan dunia, Columbia yang menyediakan 7.5% permintaan dunia, Italia, Belgia, Amerika Serikat, dan Ekuador yang masing-masing menyediakan 3% permintaan dunia. Pasar di Indonesia saat ini memiliki nilai sekitar Rp 9 Triliun atau sekitar 0.01 bagian dari total nilai perdagangan tanaman hias di dunia yang mencapat US$ 60 Miliar. Dengan potensi sumber daya alam yang demikian besar, Indonesia mampu menempati posisi negara produsen florikultura terbesar didunia.

Upaya yang dapat dan harus dilakukan untuk meningkatkan pasar florikultura di Indonesia adalah menggunakan strategi Digital Marketing. Tidak hanya lebih efektif dalam menyentuh pasar lokal, memaksimalkan penggunaan internet seperti Website dan Search Engine Optimization (SEO) akan membukakan akses tersendiri bagi produsen florikultura di Indonesia untuk dengan mudah menyentuh pasar mancanegara. Hal ini yang dimaksud dengan “Aware”. Penggunaan Digital Marketing memberikan gambaran lebih dalam tentang seberapa besar pasar yang tersentuh oleh promosi tersebut.

Berbeda dengan marketing tradisional seperti brosur dan Papan Iklan yang haya bisa dilihat dari 1 tempat saja dan memakan biaya yang jauh lebih besar. Ditambahkan dengan adanya dukungan dari konsumen digital seperti review online dan foto produk yang menarik pada Website atau Media Sosial dapat memperkuat daya tarik dan kepercayaan pasar luar kepada produsen Indonesia, atau yang dimaksud dengan “Appeal”. Penggunaan media digital dapat mempermudah untuk konsumen dari pasar luar untuk mencari tahu tentang produk yang dipasarkan tanpa mengeluarkan biaya apapun dengan menggunakan Email atau Live Chat seperti ( Whatsapp, Facebook, dan Instagram ) atau bahkan penggunaan Artificial Intelligence (Chatbot) untuk merespond konsumen dangan praktis sehingga mempersingkat dan menghindari adanya kesalahan informasi, mengacu pada “Ask”. Mengadaptasikan pembayaran Payment Gateway ( metode pembayaran digital seperti Bank Virtual Account, Paypal, Alipay ) yang diintegrasikan dengan website atau marketplace dapat memberikan kemudahan dan keamanan tersendiri kepada konsumen mancanegara saat memutuskan untuk melakukan transaksi, seperti point ke – 4 pada Marketing 4.0, “Act”.Point terakhir dalam metode Marketing 4.0 adalah “Advocate”.

Pembelian berulang dan merekomendasikan produk tersebut ke orang lain adalah arti dari poin terakhir ini. Kelebihan dan juga kekurangan yang sangat besar dari dunia digital yang serba terhubung ini adalah mudahnya pemberian informasi kepada orang lain tentang produk florikultura yang cukup bergantung pada opini setiap orangnya.

Lokasi

Venue:
Jakarta, Indonesia
Kota:
Jakarta
Negara:
Negara: id