Hobby Yang Dapat Menjadi Usaha ?
( from passion to profession )
Masa Pandemi sudah berlangsung lebih dari satu tahun sejak Maret 2020 , hingga saat ini masih belum menunjukan tanda tanda berakhirnya Pandemi Covid 19, entah sampai kapan. Dampak ekonomi akibat Pandemi hampir dirasakan di seluruh sektor usaha, termasuk berdampak pada sektor Florikultura yang mencakup dari hulu ke hilir ( dari Produsen hingga Toko Bunga/Florist, Dekorator). Menurunnya pesanan bunga dan rangkaian bunga karena Peraturan Pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran PANDEMI Covid 19, yang melarang berkumpulnya masa, seperti pesta perhelatan pada acara perkawinan dst., berdampak pada turunnya pendapatan yang signifikan.
Banyak Toko Bunga /Florist dan Dekorator yang gulung tikar tidak mampu bertahan menghadapi terpaan badai ekonomi dampak dari Pandemi Covid 19, tetapi masih ada beberapa Toko Bunga yang tetap bertahan dan mampu berkembang di Era New Normal ini.
Salah satu Toko Bunga yang mampu bertahan ditengah masa Pandemi dan maju berkembang di Era New Normal ini, adalah Toko Bunga Kharisma Flowers yang berlokasi di Kota Malang – Jawa Timur, yang didirikan pada tahun 1981 oleh Ibu Listya Natalia, merayakan Dirgahayu yang ke 40 Tahun ditahun ini. Team ANews pada 30 April 2021 mendapat kesempatan mewawancarai Pendiri Kharisma Flowers yang kebetulan menjabat sebagai Penasehat ASBINDO ( Asosiasi Bunga Indonesia) untuk berbagi pengalaman sebaga Pecinta dani Pelaku Usaha Florikultura yang sukses lebih dari empat dekade ini.
Dalam wawancara ini,Ibu Listya Natalia menuturkan kepada ANews disela sela kesibukannya , bahwa ide mendirikan usaha Toko Bunga yang awalnya diberi nama La Petite Fleur adalah impian beliau sebagai Florist melakukan usaha merangkai bunga, sebuah usaha yang menyangkut keindahaan dan menjadi kecintaan ( passion ).Berbagai usaha sebelumnya pernah dilakukan, tapi sebatas untuk tujuan ekonomi, keinganannya menjalankan sebuah usaha sesuai dengan kesenangan hati yang dapat dilakukan sampai hari tuanya nanti. Itulah impian yang menjadi kenyataan.Beberapa waktu kemudian nama Toko Bunga berganti menjadi Kharisma Flowers hingga saat ini, agar lebih mudah diingat oleh konsumen di kota Malang.

Kesuksesan tidak mudah diraihnya, berbagai jalan berliku dilaluinya. Mimpimya berlanjut bagaimana cara mengelola usahanya untuk lebih professional dengan menimba ilmu merangkai bunga, mengikuti kursus kursus dari para Pakar Perangkai Bunga, disamping tekun membaca buku buku dari luar negri dan mengikuti perkembangan trend rangkaian bunga dari Manca Negara. Selain menekuni Ilmu merangkai Bunga, beliau menimba Ilmu Bisnis Manajemen, Leadership , Keuangan dan HRD. Sebagai Pelaku Usaha Florikultura yang piawai ,keuletan, ketekunan , kemandirian dan mengembangkan diri secara terus menerus adalah prinsip prinsip yang menjadi landasan untuk mewujudkan mimpi menggapai kemajuan dan kesuksesan.
Pendiri Kharisma Flowers ini yang juga sebagai salah satu Pendiri AMA ( Asosiasi Manajemen Indonesia ) Cabang Malang menambahkan, berbagai tantangan dan kendala dalam menjalankan usahanya untuk memenuhi kepuasan dan kebahagiaan pelanggan /konsumen , dengan menyajikan berbagai ragam varietas bunga untuk memenuhi pesanan Konsumen , tepat waktu dan terpercaya.
Menurut Ibu Listya, salah satu kendalanya adalah pemasok Bunga yang sulit untk diandalkan, pasokan bunga yang dipesan tidak selalu dikirim tepat waktu sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bunga yang begitu banyak seperti untuk kebutuhan dekorasi, lalu terbersitlah ide untuk memiliki kebun bunga sendiri sebagai solusi kemandirian untuk memenuhi kebutuhan bunga. Berbekal ilmu dan expertise yang didapat dari Produsen Produsen penjual bibit bunga dari Belanda, ibu Pendiri Kharisma Flower yang energik ini bersama empat mitra Usaha mendirikan Usaha Kebun Bunga yang dinamai PT Wahana kharisma Flora, dengan bunga Gerbera sebagai komoditi pertama yang ditanam. Kendala lain adalah SDM ( Sumber Daya Manusia ), karena terbatasnya SDM yang memiliki kompetensi dibidang Florestry, hal ini menyangkut kompetensi yang langka, maka tidak ada pilihan selain harus mendidik Karyawan sendiri , dibutuhkan waktu cukup lama sampai mampu bekerja seperti yang diharapkan.

Saat tim ANews menanyakan apa kunci kesuksesan Kharisma Flower ,mampu bertahan selama 40 tahun ini dan maju berkembang terutama di masa Pandemi saat ini, dengan lugasnya Ibu Listya menjawab ada beberapa poin yang membuat usaha kami mampu bertahan, yang pertama motto kami adalah “ Lingkaran Kebahagiaan”, dimana pekerjaan merangkai bunga merupakan pekerjaan yang luhur dan mulia, dilakukan dengan penuh rasa seni, perhatian serta ketulusan hati, sehingga kreasi yang dihasilkan membuat penerima merasa bahagia, membahagiakan mereka yang memberi dan akhirnya memberi kehidupan pada perusahaan. Yang kedua memperbaiki diri secara terus menerus, update informasi kekinian meliputi trend bunga, model rangkaian ,tehnik merangkai,selain itu yang tak kalah penting adalah membangun tim kerja yang setia , solid dengan motivasi tinggi dan mampu mengikuti arah zaman. Pemasaran secara online lebih diaktifkan, seiring dukungan dukungan dari pelangan pelanggan lama yang setia, relasi yang dibina selama beberapa dekade sangat berperan dalam situasi saat ini. Selain itu profesionalisme dalam mengelola sebuah usaha adalah suatu keharusan jika ingin bertahan dan maju, “kami merubah system manajemen dari one man show menjadi manajemen yang professional”, tutur Pendiri Kharisma Flowers. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa sejak belasan tahun Kharisma flowers dikelola oleh ibu Lilik Yusida sebagai manajer professional dan pergantian kepemimpinan terjadi, kepemimpinan dilanjutkan oleh Ibu Lana Rosari seorang Artistic Designer ,menantu dari Ibu Listya. Kesuksesan Kharisma Flowers terbukti juga dibidang kaderisasi, tampak keberhasilan usaha berlanjut hingga saat ini relasi terjalin dengan pelanggan lama masih setia , serta bertambahnya pelanggan baru dari generasi Millenial. Poin terakhir adalah selalu kreatif dengan berpikir secara “Out Of The Box”, kita harus selalu berpikir kreatif , tanggap mencari peluang dan mempergunakan setiap kesempatan seperti ide pada saat Valentine’s Day, menawarkan special service, pemesan rangkaian yang sama mengirim 5 rangkaian bunga kepada satu orang dalam satu hari dengan jam yang berbeda beda. Ide lain Secret Admire ,identitas pengirim rangkaian bunga dibuat anonym dengan melampirkan kartu kartu ucapan yang sangat menarik.
Sebelum wawancara berakhir, Ibu Listya berpesan, segala usaha jika dijalankan dengan senang dan sepenuh hati, pantang menyerah, ulet , selalu mau belajar memperbaiki diri dan berpikir kreatif, akan mampu bertahan disaat sulit dan dapat mencapai kesuksesan dikemudian hari.
Semoga pengalaman dari Pendiri Kharisma Flowers memberikan inspirasi bagi pelaku usaha Florikultura.
DIRGAHAYU KHARISMA FLOWERS YANG KE 40, SEMOGA PENUH BERKAH DAN SUKSES SELALU