Tahukah Anda tren terbaru dalam dunia florikultura nasional dan internasional? Semua tren berawal dari yang hal kecil dan moment yang tepat menjadikan hal kecil ini menjadi produk baru yang digunakan oleh banyak orang. ASBINDO selalu memantau tren baru dan ingin membaginya kepada Anda pada halaman ini.
“Tren tidak selamanya terjadi dengan sendirinya, dan tren yang terjadi, tidak sama antara satu tempat dengan tempat yang lain”
Banyak sekali tren yang diciptakan, di “launching” dan dipopulerkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan tertentu untuk kepentingan umum, dan mempromosikan produk mereka. Hal inilah yang akan mempengaruhi tren warna, tren produk, dsb.
Tren di negara – negara Eropa dan Amerika, umumnya terbagi menjadi 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Tren berdasarkan musim ini walupun memengaruhi tren di Indonesia, tidak seluruhnya bisa diterima karena kondisi di Indonesia yang tidak mengenal 4 musim.
Tren Natal 2012
Tren natal amat dipengaruhi dengan tema warna dan nuansa yang berbeda. Tren Natal di Indonesia, jelas amat dipengaruhi oleh tren di Eropa dan Amerika. Hal ini dikarenakan negara – negara ini mayoritas penduduknya beragama Kristiani, dan merayakan Natal secara lebih meriah dibandingkan negara – negara lainnya.
Dari Eropa dan Amerika, kita ketahui bahwa dekorasi natal di tahun 2012 menjadi lebih bersifat ekspresif. Kehidupan modern menginspirasi setiap orang untuk lebih mengekspresikan keinginannya dalam mengunakan warna yang disukainya. Umumnya ekspresi individu walaupun beragam dapat dikelompokkan menjadi ekspresi yang bersifat alamiah (natural), meriah (ekstravaganza), imaginasi (imaginative), elegan dan “sophisticated”
Beberapa tema khusus di “launching” menjadi tren dekorasi natal 2012, seperti : Precious Jungle, Fantasy Forest, Glowing Desert, Gracious Coast, dll, yang merangkum berbagai ekspresi diatas.
Secara Global, ada satu tren yang tetap diminati di tahun 2012 ini yaitu tren yang mencerminkan warna – warna klasik natal yaitu : merah, emas, hijau dan putih. Dekorasi natal yang berupa daun cemara pinus, buah cemara (pine cone), bola – bola natal, bunga kastuba (poinsettia), lilin natal, dsb. Kembalinya tren klasik natal ini diprediksikan terjadi karena kejemuan orang setelah beberapa tahun terakhir ini berekspresi dengan warna dan tema yang modern dan jauh dari warna – warna klasik natal.

Warna dan tema natal yang klasik memang terbukti akan bertahan selamanya, tepat jika dijuluki sebagai “timeless Christmas theme”.
Salah satu cara yang dilakukan oleh para foral desainer untuk tetap mempertahankan khasanah budaya lokal untuk bisa tetap diakui secara internasional adalah dengan menggabungkan materi lokal (daun, bunga, dan materi florikultura lainnya) dengan tren modern. Dua floral desainer Indonesia yang juga anggota ASBINDO berhasil menggabungkan cara tersebut.
Kejelian dua floral designer tersebut memanfaatkan materi lokal juga dituangkan dalam buku-buku yang ditulisnya. Andy Djati Utomo, S.Sn, AIFD, CFD pada buku terakhirnya “A bridal Bouquet Collection (2) lebih menekankan pada kearifan lokal dan juga pemanfaatan benda yang mungkin dianggap tidak berharga oleh sebagian orang. Sementara Ineke Turangan,AIFD dalam bukunya ‘Introducing Tradition into Modern Style” menuliskan penggunaan janur dan filosofinya yang dikombinasikan dengan konsep modern sehingga menjadi karya unik yang mampu diterima oleh dunia internasional.
Memiliki lahan sempit bukanlah merupakan alasan untuk tak menanam tanaman di sekitar rumah. Banyak inovasi yang telah dikembangkan dan memungkinkan rumah yang tidak memiliki cukup lahan untuk bercocok tanam. Salah satunya adalah dengan vertikultur.
Vertikultur adalah cara menanam yang disusun vertikal/ke atas dengan memanfaatkan bantuan pot, bambu, pipa paralon (PVC), atau dengan menggunakan benda-benda bekas yang tak terpakai seperti kaleng dan botol serta dinding rumah.
Halaman 4 dari 9