IndonesianEnglish

Asbindo Facebook Asbindo Instagram Asbindo Twitter

Tren

Tahukah Anda tren terbaru dalam dunia florikultura nasional dan internasional? Semua tren berawal dari yang hal kecil dan moment yang tepat menjadikan hal kecil ini menjadi produk baru yang digunakan oleh banyak orang. ASBINDO selalu memantau tren baru dan ingin membaginya kepada Anda pada halaman ini.

Trend Rangkaian Bunga di era New Normal

PDFCetakE-mail

Tanpa disadari dalam keadaan pandemik ini kebiasaan masyarakat perlahan berubah. Dengan keadaan yang membatasi kita untuk bertemu, saling mengirim rangkaian bunga kini menjadi hal yang wajar untuk turut menyemarakan suatu perayaan, mengucapkan selamat hingga mengucapkan turut berbela sungkawa. Rangkaian bunga yang menjadi trend saat ini masih dipegang oleh bunga papan.

Dilansir dari data yang ditampilkan oleh Google Trend, kata kunci “bunga papan wisuda” naik pada kisaran bulan April dan Oktober 2021 di mana bertepatan dengan waktu wisuda beberapa universitas di Indonesia. Bunga papan yang pada umumnya dikirimkan sebagai penyerta ucapan turut berbela sungkawa hingga selamat berbahagia untuk pengantin baru, kini disertakan dengan ucapan selamat wisuda. Hal ini dikarenakan pelaksanaan wisuda yang biasanya dilakukan secara tatap muka sambil memberikan hand bouquet atau flower box kepada teman yang wisuda kini dilakukan secara online di rumah masing-masing. Sehingga untuk mengisi kekosongan itu, banyak yang mengirimkan bunga papan bertuliskan selamat wisuda ke temannya.

Saat ini, rangkaian bunga unik lainnya yang sedang marak diperbincangkan anak-anak muda adalah Balloon Bouquet atau Buket Balon. Dilansir dari penelitian Google Trends, pencarian Balloon Bouquet pada September 2021 mengalami peningkatan yang drastis. Faktor mengapa buket balon saat ini sangat diminati oleh customer adalah karena size nya yang besar dan unik, selain itu juga karena range harga yang diberikan untuk buket balon cukup beragam.


 
 

Merangkai Bunga ala Milenial

PDFCetakE-mail

Berdasarkan hasil sensus Penduduk 2020 , jumlah generasi Milenial ( 1980 – 1995 ) mencapai 69,9 juta jiwa atau 25,87% dari jumlah penduduk Indonesia ( sumber data : BPS Sensus Penduduk 2020 ). Generasi Zaman now ( Milenial) berkarakter kreatif dengan berbagai ide , gagasan yang out of the box, mempunyai rasa percaya diri dan berani mengungkapkan pendapat, berani mengekpresikan pendapatnya di media sosial.( sumber : Publication Jurnal Intra Vol 7, No.2, 2019 ). Beberapa tahun terakhir ini banyak dari Generasi Milenial yang berminat dan menyalurkan hobi baru ke dunia Florikultura, mulai sebagai Penggiat Tanaman Hias, Trader produk produk Florikultura bahkan Florist (perangkai bunga ), membuat makin semaraknya industri Flori dengan kehadiran kaum Millenial yang mengandalkan teknologi dalam bersosialisasi dan berkomunikasi secara online (media sosial).

Floral Designer kondang Winny Hernawaty, pengajar sekaligus pemilik Sekolah Merangkai Bunga BLESSED WINAR dan WINNY FLORIST - Bandung, menuturkan kepada ANews saat diwawancara, ”Generasi Milenial ini pada umumnya lebih suka belajar secara virtual melalui media social, contohnya melalui Youtube, sedangkan untuk belajar merangkai, mereka cenderung menyukai gaya yang sedang trend saat ini. Mereka tidak mudah diajak belajar dengan pola dasar, seperti bentuk bulat, segitiga , vertical dalam merangkai bunga yang harus dikuasai sebagai seorang Florist.” Mereka ingin segera mampu merangkai hand bouqet tanpa mau belajar elemen desain , unsur desain, teori warna dan prinsip desain, lanjut Winny, Pengajar senior merangkai bunga yang mengantongi segudang pengalaman Internasional dari berbagai mancanegara.

 
 

Tren Tanaman Hias di Masa Pandemi Covid 19

PDFCetakE-mail

Belakangan, industri tanaman hias di dalam negeri kian merekah. Nama - nama seperti Aglonema, Monstera, atau Philodendron mendominasi pasaran. Publik yang sebelumnya tidak punya minat merawat tanaman, kini semakin lumrah mengunggah koleksi 'anak hijau' mereka di media sosial. Bahkan, tak jarang dipamerkan koleksi tanaman yang harganya kini meroket hingga jutaan rupiah 'hanya' untuk dua tiga lembar daun kecil, seperti Monstera variegata atau Philodendron White Knight, mengingat kita pada demam 'gelombang cinta' beberapa tahun silam.


 
 

Halaman 2 dari 9