Apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Green City serta bagaimana perkembangan Kota Hijau di Indonesia. Terkait dengan Green Services yang diinisiasi oleh ASBINDO, dalam pengembangan Kota Hijau terdapat banyak hal yang sebaiknya diperhatikan. ASBINDO berusaha untuk meberikan informasi dan edukasi yang berhubungan dengan Kota Hijau dan akan berbagi dengan Anda di halaman ini.
Jika Anda memiliki informasi atau artikel yang berhubungan dengan Green Services, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Pengembangan kota hijau telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan juga penduduk di kota-kota di Indonesia. Fokus pengembangan kota hijau oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk tahap awal adalah pada green open space (ruang terbuka hijau-RTH), green planning and design (rencana dan desain hijau), dan green community (masyarakat hijau). Untuk mencapai kota hijau yang dapat memberikan manfaat bagi penghuninya diperlukan adanya guideline (panduan), oleh karena itu Kementerian PU bekerjasama dengan Kedutaan Belanda serta Asosiasi Produsen Hortikultura Internasional (AIPH) menyelenggarakan Kuliah Umum “Growing Greener Cities” bersama Niek Roozen (pakar Kota Hijau dari Belanda).

Dalam pengembangan kota hijau/green city salah satu atribut yang menjadi fokus penanganan adalah ruang terbuka hijau. Selain mempertahankan ruang terbuka hijau hal yang juga perlu diperhatikan adalah menambah jumlah dan luas ruang terbuka hijau. Beberapa di antara cara untuk menambah ruang terbuka hijau adalah dengan pengoptimalan taman kota dan penanaman pohon sebagai green belt.

Lokasi penanaman dan desain taman juga merupakan hal mendasar sebelum dilakukan pembuatan taman kota ataupun city green belt. Beberapa hal di bawah ini adalah panduan memilih lokasi yang mempengaruhi disain taman kota/ruang terbuka hijau:
Halaman 9 dari 9