Apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Green City serta bagaimana perkembangan Kota Hijau di Indonesia. Terkait dengan Green Services yang diinisiasi oleh ASBINDO, dalam pengembangan Kota Hijau terdapat banyak hal yang sebaiknya diperhatikan. ASBINDO berusaha untuk meberikan informasi dan edukasi yang berhubungan dengan Kota Hijau dan akan berbagi dengan Anda di halaman ini.
Jika Anda memiliki informasi atau artikel yang berhubungan dengan Green Services, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Gempa bumi dan longsor yang terjadi pada tanggal 21 November 2022 dengan kekuatan 5,4 SR di kabupaten Cianjur menimbulkan 400 lebih korban jiwa meninggal, hancurnya bangunan fisik seperti rumah, fasilitas umum dan infrastruktur lainnya. Peristiwa ini sangat menyentuh kepedulian berbagai pihak, diantaranya Keluarga Besar ASBINDO baik atas nama organisasi maupun anggotanya secara perorangan yang turut mengirimkan bantuan berupa logistik maupun untuk membantu meringankan kebutuhan yang dialami korban terdampak di masa tanggap darurat.
Sesuai dengan kompetensi Penulis menerapkan Metode Trauma Healing dengan menyelenggarakan kegiatan program “Merangkai Bunga Bersama” di beberapa kecamatan yang terdampak gempa. Kegiatan ini dikoordinir oleh Lembaga Kursus dan Palatial Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral (LKP CHICHI) bekerjasama dengan Bidang PAUDNI Disdikpora Kab. Cianjur serta didukung oleh unsur-unsur perangkai bunga, pecinta bunga dan petani bunga.


Celosia (Celosia argentea) yang disebut juga dengan bunga jengger ayam, cukup dikenal dikalangan florist di Indonesia karena warna warni bunganya yang cukup menawan. Jenis Celosia yang biasa ditanam disini adalah varietas cristata dan plumose.
Celosia untuk bunga potong bisa ditanam di luar maupun di dalam greenhouse atau rumah naungan. Penanaman di luar rumah naungan akan beresiko cukup tinggi, apalagi jika terlalu sering kena hujan. Penanaman di luar rumah naungan perlu lebih banyak karena ada kemungkinan tanaman rusak karena hujan besar. Potensi “kerugian” penanaman di luar rumah naungan dapat dibandingkan dengan biaya pembuatan rumah naungan.

PT. Santini Mitra Amanah (Indonesia) dengan Alma Del Bosque (Kolombia)
Bunga anggek merupakan bunga yang mempunyai nilai tinggi di dunia internasional. Namun saat ini masih belum terlalu banyak dieksploitasi di Indonesia, sehingga potensial untuk budidaya dan pemasaran bunga anggrek di tanah air sangatlah besar.
Berasal dari kecintaan terhadap bunga anggrek, pada tahun 2009, PT. Santini Mitra Amanah (PT. SMA) didirikan oleh Ibu Riantini S. Wanandi dan Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, dengan tujuan agar perusahaan dapat menghasilkan bibit unggul dengan harga terjangkau bagi petani-petani untuk dapat membudidayakan anggrek sendiri.


Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak dahulu bunga sudah dipandang sebagai salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di Indonesia. Berbagai upacara adat atau kegiatan-kegiatan lainnya selalu menempatkan bunga sebagai bagian penting misalnya dalam upacara adat kelahiran, pertunangan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya. Kehadiran bunga/ rangkaian bunga selain melengkapi keindahan juga memberikan penekanan perasaan yang terjadi pada saat itu. Dengan kata lain merangkai bunga adalah seni mengolah rasa dimana hasil karya rangkaian yang dibuat bisa dengan tepat menyampaikan pesan rasa dari pembuat atau pengirimnya.
Profesi perangkai bunga memberikan ruang dan peluang untuk memanfaatkan momen-momen keseharian dengan menggunakan rangkaian bunga sebagai unsur utamanya. Banyak individu yang memanfaatkan peluang ini sebagai profesi untuk memperoleh penghasilan, baik sebagai penghasilan utama atau hanya sekedar mencari penghasilan tambahan. Banyak cara pula untuk memperoleh pengetahuan keterampilan seni merangkai bunga, ada yang didapat secara otodidak maupun mengikuti berbagai pelatihan atau kursus di bidang seni merangkai bunga.


Kita semua yang mengelola produksi florikultura, hampir pasti sudah paham prinsip-prinsip umum dalam mengelola penyakit tanaman menggunakan fungisida. Tulisan ini hanya mencoba mengingatkan dan menggali kembali, sekaligus membuka diskusi tentang praktek aplikasi fungisida di area produksi. Beberapa topik sudah pernah menjadi materi dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh ASBINDO dengan kolaborasi bersama plant protection principal di Indonesia.
Musim hujan sudah 3-4 tahun ini secara durasi termasuk cukup ekstrim dibanding pola klimat pada umumnya. Artinya secara potensial resiko serangan penyakit pada produksi florikultura akan meningkat. Kita ingat permasalahan hama/penyakit tanaman merupakan hasil interaksi berbagai faktor berikut:
Artinya pengetahuan terhadap tiap faktor ini adalah langkah awal dalam melakukan management aplikasi fungisida untuk tanaman. Pertama adalah identifikasi jenis penyakit tanaman. Tujuannya adalah agar pilihan fungisida yang tepat sesuai jenis penyakitnya. Apakah disebabkan jamur, bakteri, virus atau yang lainnya. Saat ini tersedia bantuan identifikasi visual di berbagai situs web. Dan bila masih meragukan (berbagai gejala visual mungkin dapat disebabkan oleh patogen yang berbeda), bisa dikirim sampel ke laboratorium departemen hama penyakit di universitas terdekat.
Halaman 3 dari 9