Apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Green City serta bagaimana perkembangan Kota Hijau di Indonesia. Terkait dengan Green Services yang diinisiasi oleh ASBINDO, dalam pengembangan Kota Hijau terdapat banyak hal yang sebaiknya diperhatikan. ASBINDO berusaha untuk meberikan informasi dan edukasi yang berhubungan dengan Kota Hijau dan akan berbagi dengan Anda di halaman ini.
Jika Anda memiliki informasi atau artikel yang berhubungan dengan Green Services, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Florikultura adalah pertanian yang bersifat sangat intensif. Salah satu aspek dari turnover yang sangat cepat pada kegiatan produksi dan nilai produk yang jauh lebih tinggi dari produk pertanian apapun, membuat kerugian produksi (production losses) adalah salah satu tantangan terbesar dalam praktek budidaya. Di antara beberapa faktor penyebab kerugian produksi seperti cuaca buruk, salah perhitungan dalam waktu tanam, perlakuan produksi yang tidak benar, keliru dalam memilih plant material dsb, ternyata faktor terbesar penyebab kerugian produksi adalah serangan hama dan penyakit.
Aspek waktu, mulai dari pemantauan sampai keputusan untuk melakukan tindakan pengendalian berlangsung cepat. Identifikasi hama dan penyakit harus tepat. Material untuk pest control harus tersedia dan aplikasinya harus sesegera mungkin. Dalam banyak kasus, toleransi terhadap hama panyakit semua produk florikultura cukup rendah. Satu dua spot bakteri atau jamur akan mempengaruhi penampilannya, dimana phyisical appearance harus prima dan bersih.

Pada masa pandemi, minat untuk berkebun dan mengkoleksi tanaman hias berkembang sangat pesat. Tanaman herbal aromatik dalam pot berpotensi dijadikan tanaman hias indoor untuk ditempatkan di jendela dapur, balkon atau patio. Tanaman yang berukuran tidak terlalu besar umumnya lebih diinginkan, terutama untuk masyarakat perkotaan yang tinggal di apartemen berukuran terbatas. Tanaman herbal aromatik sudah banyak dijual di supermarket di Amerika, Eropa dan Australia.
Menta, atau mint (Mentha piperita L.) merupakan species tanaman dari famili Lamiaceae. Menta dikembangkan untuk memproduksi minyak atsiri ‘mentol’ yang banyak terkandung pada daun dan batangnya. Aroma daun Menta yang ditempatkan dalam ruangan sangat menyegarkan. Daun Menta yang dikonsumsi, memberikan rasa dingin dari komponen mentolnya, seperti yang kita rasakan jika mengunyah permen Mentos. Daun Menta juga digunakan untuk memberi flavour pada air minum (infused water), pada hot chocolate, dan sebagai penyegar dan dekorasi/garnish pada makanan. Daun Menta umumnya dapat dipetik terus menerus, kecuali bila tanaman mulai berbunga (rasa dan tekstur daun berubah saat tanaman berbunga). Namun pada kondisi tropika Menta umumnya tidak berbunga.


Young Entrepreneurship adalah topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan profesional dan masyarakat umum. Menjadi petani milenial seharusnya dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Seperti membuka lowongan pekerjaan bahkan sampai dengan memberikan devisa untuk negara. Sebagai petani milenial harus mempersiapkan diri dengan terus belajar untuk masa depan. Teknologi informasi dan komunikasi modern memberikan sejumlah informasi dari berbagai bidang, yang dibentuk oleh pandangan, sikap, dan minat yang berbeda dan sangat menuntut kemampuan untuk berorientasi pada lingkungan. Semua yang sudah dipelajari akan sangat menunjang untuk perkembangan bisnis yang sedang digeluti.
CV. Ranata Nursery menaungi beberapa orang menjadi satu kelompok petani milenial yang bergerak di bidang ekspor tanaman hias dan salah satu dari owner-nya terpilih menjadi Duta Petani Milenial oleh Kementerian Pertanian.
CV. Ranata Nursery telah menjalankan ekspor selama enam tahun dan mengawali usaha ekspor untuk komoditas kaktus dan sukulen. Banyak pengalaman berharga diperoleh dalam pengelolaan karyawan, praktik bisnis dan membuat jejaring dengan konsumen di belahan dunia lainnya. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk menjalankan bisnis tanaman hias daun (Araceae) seperti : Alocasia, Aglaonema, Anthurium, Homalomena, Philodendron, Rhaphidopora, Syngonium dsb.



Sejak awal diperkenalkan, metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan belum menemukan momentum sebagai alternatif yang sepadan terhadap cara bertani yang konvensional. Metode konvensional menggantungkan protokol dan prosedur yang lebih banyak menggunakan input bersifat anorganik dan bahan sintetik lainnya. Luasnya aplikasi metode ini ditunjukkan dengan mudahnya akses berbagai input produksi yang bahkan tersedia sampai di tempat terpencil maupun efek penggunaannya yang nyaris instan.
Namun demikian, terganggunya keseimbangan alam di sentra-sentra produksi akibat akumulasi dan pemanfaatan pupuk maupun pestisida anorganik secara berlebihan membuat penambahan input ini menjadi kurang nyata pengaruhnya terhadap output produksi. Naiknya produksi mulai tidak seimbang dengan biaya tambahannya. Terjadi hasil yang semakin berkurang.
Untuk itu dirasa sudah waktunya untuk mulai mengaplikasikan metode produksi, khususnya di industri florikultura yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan secara bertahap dengan cara mengkombinasikannya dengan metode yang sudah ada. Tantangan terbesar dari metode hijau ini adalah efeknya yang berjangka panjang, tidak instan. Sehingga orang sering salah mengira bahwa perlakuan tersebut tidak ada pengaruh positifnya sama sekali. Juga metode ini seringkali hasilnya tidak konsisten. Contohnya adalah pengendalian hama ulat menggunakan Baccilus thuringiensis memberikan efikasi yang berbeda antar waktu. Berbeda misalnya dibandingkan aplikasi insektisida Proclaim yang hasilnya bisa dilihat pagi berikutnya.

Catasetum merupakan salah satu jenis anggrek epifit (tumbuhan yang hidup dengan cara menumpang hidup pada tanaman lain). Jenis anggrek ini banyak ditemukan di benua Amerika dengan jumlah species terbanyak di negara Brazil.



Halaman 6 dari 9